Mimpiku Tak Bisa Cuma Satu
Sesekali ku menoleh, melihat kiri kanan. Di mana aku, apa yang sedang kulakukan. Kucari lagi kotak mimpi, kudengar kembali bisik hati. Apa mauku, kemana gerak jiwaku. Sekali aku mencoba, menjejakkan kaki pada tanah yang kuanggap tempatku. Tergelitik telapakku, menggelliat inginku. Itu inginku, jalani dengan cinta, ucapku. Mimpi selalu menggelayut di balik mata, meraja saat malam tiba. Gelap hari dihabiskan dengan menggambar angan di langit-langit kamarku. Mimpiku warna-warni, selalu berhasil merayap menutupi atap putih langit-langit.
Mimpiku sederhana, hanya ingin menghidupkan denyut rasa di hati. Menyampaikan keindahan jiwa, dunia, alam raya. Meluapkan, menyampaikan dengan merasuk. Kini kumenjejak pada batu yang kuanggap tempatku. Berdetak riang jantungku tiap kali terlarut dalam hari-hari penuh daftar isi. Sesekali yang lalu menyapa, seakan melambai, lalu menarik. Mengajakku kembali bergelut dengan jiwa-jiwa murni itu. Aku bergetar, tak bisa menentukan mana yang kusuka. Aku cinta keduanya. Jiwa muda dan rasa bebas. Aku ingin keduanya.
Nafas tersengal pun segera berhenti. Tak bisa kuhidup di dua dunia. Pilih salah satu, lupakan yang lalu. Tapi tak bisa begitu!
-Lalu aku galau, meracau kacau.*pulang koprol*